Jumat, 27 Februari 2015

Prediksi Pertandingan Celta De Vigo VS Elche 3 Maret 2015

Pekan depan menjadi ajang perburuan dalam mendapatkan tiga poin tambahan. Kali ini akan menghadirkan Celta Vigo yang akan berhadapa dengan Elche pada lanjutan Liga Spanyo pada 03 Maret 2015. Pertemuan ini akan menjadi laga yang sangat seru dan sayang bila dilewatkan. Berikut ulasan masing-masing tim yang bisa menjadi referensi bagi anda.

Pada pertemuan terakhirnya 27 September 2014 lalu, Celta Vigo berhasil menang atas Elche dengan skor 0-1. Lima pertandingan terakhir yang mempertemukan kedua tim ini, Elche mendapat hasil lebih unggul dengan mengoleksi tiga kali kemenangan dan dua kali menelan kekalahan. Di klasemen, Celta memang lebih unggul dengan berada di posisi delapan dengan 31 poin. Sedangkan Elche di posisi 17 dengan 30 poin.

Tuan rumah pastinya akan menggempur tim tamu dan menampilkan laga panas dan alot. Sebagai tuan rumah, tim ini tidak ingin dipermalukan oleh Elche. Kemenangan Celta pada pertandingan terakhirnya melawan Elche menjadi modal tersendiri bagi tim ini. Lima laga terakhir yang mereka lakoni mengoleksi 3 kali kemenangan, 1 kali bermain imbang dan 1 kali kalah di lanjutan Devisi Primera Liga Spanyol.

Sementara itu tim tamu pada laga terakhirnya harus menelan pil pahit dengan kalah di kandang sendiri 0 – 2 atas Real Madrid. Tim ini kini berada di zona merah yang membuat mereka difavoritkan mendapat zona degradasi pada musim ini. Di lima pertandingan terakhir mereka, dengan meraih 2 kemenangan dan 3 kali kalah di Liga Divisi Spanyol. Berikut data statistik kedua tim yaang bisa menjadi bahan referensi bagi anda.

Head to Head Celta De Vigo VS Elche :
27/09/14 ELC 0 – 1 CEL
02/03/14 ELC 1 – 0 CEL
29/09/13 CEL 0 – 1 ELC
19/02/12 ELC 0 – 2 CEL
11/09/11 CEL 1 – 2 ELC

 Lima Pertandingan Terakhir Celta De Vigo :
22/02/15 DEP 0 – 2 CEL
16/02/15 CEL 2- 0 ATM
08/02/15 RSO 1 – 1 CEL
01/02/15 CEL 1 – 0 COR
27/01/15 GET 2 – 1 CEL
 
Lima Pertandingan Terakhir Elche :
23/02/15 ELC 0 – 2 RMA
17/02/15 EIB0 – 1 ELC
10/02/15 ELC 2 – 0 RAY
01/02/15 GRA 1 – 0 ELC
25/01/15 ELC 0 – 6 FCB
 
Prediksi Susunan Pemain Celta De Vigo VS Elche :
Celta De Vigo : S. Alvarez – J. Castro – Fontas – Planas – G. Cabral – A. Lopez – N. Radoja – F. Orellana – M. Krohn-Dehli – Nolito – J. Larrivey.

Elche : Tyton – Lomban – Damian Suarez – Edu Albacar – Roco – Aaron Niguez – Adrian – Fajr – Pasalic- Jonathas – Victor.

Prediksi Pertandingan Celta De Vigo VS Elche 3 Maret 2015
Celta De Vigo 2 -0 Elche

Ingin tahu bagaimana prediksi sepakbola pada liga-liga lainnya? Silakan kunjungi web kami di www.bookie7.co. Dapatkan juga informasi seputar bola lainnya seperti hasil pertandingan dan berita bola hanya di www.bookie7.co
selengkapnya...

Rabu, 11 Februari 2015

Dinkes Riau Peduli Asap

Bencana Asap beberapa waktu lalu melanda wilayah Provinsi Riau. Asap memang menjadi langganan akibat tangan-tangan jahat yang sengaja membakar hutan. Rata-rata 160 ribu hektare hutan di Riau terbakar setiap tahun. Hal ini sudah berlangsung selama 17 tahun terakhir. Kualitas udara berada pada level berbahaya, yaitu lebih besar dari 500 PSI dan berimbas pada kesehatan warga. Puncaknya adalah pada 27 Februari 2014, dimana pemerintah Provinsi Riau menetapkan  status tanggap darurat kabut asap.

Musibah kabut asap telah memunculkan kepedulian banyak pihak untuk membantu mengatasi masalah tersebut di tengah masyarakat. Berbagai LSM, ormas, organisasi hingga partai politik melakukan upaya suka rela untuk membantu masyarakat korban asap. Berbagai bentuk bantuan tersebut diantaranya seperti bagi-bagi masker, sumbangan dana pengobatan, penyuluhan antisipasi kabut asap dan sebagainya. Semua elemen berupaya untuk membantu mengatasi masalah yang ada.

Demikian halnya dengan Dinas kesehatan Provinsi Riau yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah berupaya keras dalam melakukan upaya promotif preventif penanggulangan kabut asap.  Dinas kesehatan berperan besar dalam upaya pelayanan kesehatan bagi mereka yang terdampak dari asap ini.

Tercatat sekitar 48 ribu warga lebih menderita berbagai penyakit yang disebabkan oleh asap. Sekitar 42 ribu warga terserang Ispa, 800 lebih warga pnemonia, sekitar 1700 warga terserang asma, 1600 menderita sakit mata, dan sekitar 2300 lebih warga terserang penyakit kulit. Kasus Ispa tertinggi adalah di Pekanbaru yakni mencapai 11 ribu orang lebih.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau melakukan berbagai upaya–upaya antara lain membentuk Tim Gerak Cepat (TGC) ditingkat Provinsi dan Kab/Kota. Masing-masing Kabuoaten dan kota mendirikan pos dan posko kesehatan yang berujuan memberikan pengobatan gratis terhadap masyarakat yang menjadi korban kabut asap.

Dinkes juga terus melakukan koordinasi dengan pihak Kabupaten/Kota terkait ketersediaan masker dan obat-obatan serta petugas yang menangani pasien kabut asap. Dinkes Riau mendistribusikan masker kepada Dinas Kesehatan Kabupaten untuk dibagikan kepada masyarakat secara langsung.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Riau, Zainal Arifin mengatakan, sejak terjadi asap, pihaklanya langsung menginstrusikan kepada Dinas Kesehatan di 12 kabupaten di Riau untuk menyiagakan puskesmas dan rumah sakit. Untuk memastikan masyarakat aman terhadap pelayanan kesehatan, pihaknya juga terus memantau ketersedian obat dan dokter untuk menangani pasian selama terjadinya kabut asap.

“Kami selalu memantau ketersediaan obat di seluruh Kabupaten/kota, karena masing-masing kabupaten ada posko tim gerak cepat di dinas kesehatan provinsi/kabupaten. Dan kebutuhna obat mereka masih tercukupi.” ungkap orang nomor satu di dunia kesehatan Riau ini.

Dinkes Riau juga memberikan himbauan kepada seluruh satuan kerja untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya asap. “ Waktu terjadi asap, kita terus mengimbau seluruh pemerintah kabupaten, kantor dinas, instansi, dan satker (satuan kerja) agar turut mensosialisasikan kepada masyarakat, dengan menggerakkan seluruh komponen agar membatasi kegiatan di luar rumah, gedung, kantor dan ruangan," ujar Kadinkes lagi.

Pihaknya juga mengirim tim penilaian cepat untuk melakukan Rapid Health Assesment (RHA) dan mendeteksi adanya peningkatan kasus ISPA, melakukan pemantauan kualitas udara, berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Kab/Kota, Dinas Kehutanan ,Dinas Perhubungan, POLRI, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) dan relawan dalam Tim Bencana. Selain itu juga melakukan sosialisasi kepada Dinas Kesehatan Kab/Kota terkait antisipasi dan langkah-langkah yang harus dilakukan di lapangan.

Tak hanya itu, Dinkes Riau juga melibatkan beberapa operator seluler untuk menyebarkan pesan singkat atau SMS kepada masyarakat berisi tentang informasi tetang penyuluhan menghindari bahaya kabut asap. Melalui SMS ini, masyarakat juga diminta untuk mengurangi aktivitas di luar gedung atau ruangan saat kabut asap. Penyuluhan juga dilakukan melalui berbagai media seperti tv dan radio serta sosialisasi langsung ditempat-tempat umum. Semua upaya yang dilakukan merupakan bentuk nyata tanggungjawab Dinkes terhadap penanganan korban asap di Riau.

Bahu membahu tangani asap
Selain Dinkes, berbagai upaya juga dilakukan berbagai pihak agar kualitas udara di Wilayah Riau kembali normal.  Upaya yang dilakukan adalah dengan mengadakan operasi tanggap darurat asap. Dibawah komando langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Operasi darurat ini  dijalankan dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lengkap dengan peralatannyadan dilakukan secara gencar.

Operasi Terpadu Penanggulangan Bencana Asap di Riau yang berada dibawah kendali BNPB melibatkan 5.110 personel, terdiri dari 3.181 prajurit TNI dan 1.929 unsur lainnya berhasil memadamkan 172 titik api atau sekitar 19.642 hektar kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. 172 titik api yang berhasil dipadamkan tersebut tersebar di beberapa lokasi diantaranya wilayah Siak, Dumai, Bengkalis, Rohil, Kampar dan Pelalawan.

Untuk mengurangi ketebalan asap pemerinatah Provinsi Riau bekerja sama dengan Satuan Tugas melakukan 32 kali water bombing Kamov, Sikorsky 119 kali di daerah Bukit Batu dan Palintung Dumai. Upaya lain yang dilakukan adalah dengan rekayasa cuaca/ TMC dengan menggunakan pesawat Cassa yang mengangkut 2 ton garam untuk ditabur di wilayah Siak dan Pelelawan, serta dengan pesawat Hercules yang mengangkut 5 ton garam untuk ditabur di wilayah Bangkinang, Kampar dan Inhu. Rekayasa cuaca ini berhasil membuat terjadinya hujan ringan, sedang di Pekanbaru dan seluruh wilayah Riau.

Meskipun kabut asap di Riau sudah berlalu di sebagian kawasan di Riau, namun upaya pencegahan terhadap pembakaran hutan dan lahan harus terus dilakukan. Agar Riau masa depan, masih bisa menikmati hijaunya hutan, serta udara yang bersih dan segar. ***
selengkapnya...

Kamis, 20 November 2014

Jamkesda Siak, Komitmen Pemerintah Wujudkan Masyarakat Siak Sehat

Pemerintah Kabupaten Siak membuat terobosan dengan mengeluarkan Kartu Siak Sehat (Kasise) secara menyeluruh bagi warga di Negeri Istana. Kasise merupakan nama lain dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang sudah efektif dilaksanakan sejak 2012 lalu, sejak kepemimpinan Bupati H.Syamsuar.

Jamkesda tersebut merata diberikan kepada seluruh warga Siak. Hingga saat ini tercatat 268 ribu  jiwa lebih masuk dalam program Jamkeda, warga yang masuk program PKMM sebanyak  79 ribu  jiwa, Asuransi Kesehatan (Askes PNS) sejumlah 8 ribu jiwa lebih, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) sejumlah 50 ribu lebih jiwa dan program jamkes lainnya (Jamsostek, Asabri, dan ansuransi lainnya) sekitar 21 ribu jiwa lebih.

Program ini tentunya membuat warga di Siak terjamin kesehatannya. Sebut saja, semua pegawai negerinya sudah dilindungi dengan Askes, pekerja buruh sudah dilindungi Jamsostek, aparat negaranya sudah ada Asabri, masyarakat kurang mampu sudah mendapatkan kartu Jamkesmas, sedangkan yang diluar semua itu dijamin dengan Jamkesda Siak.

Secara sederhana Jamkesda Siak dimaknai sebagai suatu penyelenggaraan Jaminan kesehatan berskala daerah yang pembiayaan, kepesertaan, jenis pelayanan kesehatan, pengorganisasiannya ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Siak. Hal ini mengacu pada UUD 1945 pasal 34 hasil Amandemen tahun 2002.

Isi pasal tersebut adalah  penyelenggaraan jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terutama bagi keluarga miskin adalah tanggung jawab pemerintah, UU no.32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, UU no 33 tahun 2004 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah, UU no. 40 tahun 2009 tentang rumah sakit.

Jamkesda Siak bertujuan untuk peningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak. Dengan demikian akan tercipta derajat kesehatan yang optimal secara efektif dan efisien, serta  memberikan kemudahan pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduk yang belum mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan Jamkesda Siak ini beralur pada prinsip yang sudah ditetapkan. Antara lain, pelayanan kesehatan yang dilakukan menyeluruh atau komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kesehatan. Sebagai contoh, seorang warga di Kabupten Siak menderita penyakit jantung sehingga perlu di lakukan tindakan pemasangan cincin.  Maka sejak awal pelayanan tingkat pertama sampai ke pelayanan tingkat III di rumah sakit Jantung Harapan kita, ditambah dengan satu orang keluarga pendampingnya, akan dibiayai oleh program Jamkesda Siak ini. Begitu juga dengan kasus yang perlu penanganan radioterapi bagi pasien kanker, juga dilakukan secara menyeluruh dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Prinsip selanjutnya adalah pelayanan kesehatan harus terstruktur dan berjenjang dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Misalnya mulai dari puskesmas dan jaringannya, kemudian ke pelayanan kesehatan PPK I (RSUD Siak dan RSUD yang bekerjasama dengan Dinkes Siak) atas rujukan dari puskesmas.   Pelayanan kesehatan PPK II (RSUD Arifin Ahmad dan RS yang bekerjasama dengan Dinkes Siak) atas rujukan dari RSUD Siak. Pelayanan kesehatan PPK III (RS type A yang bekerjasama dengan Dinkes Siak) atas rujukan dari rumah sakit provinsi.

Kemudian pelayanan Jamkesda ini didanai dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Siak, yang dikelola oleh Dinkes Siak melalui Tim Pengelola Jamkesda Kabupaten Siak dan Sekretariat Jamkesda Kabupaten Siak. Prinsip terakhir adalah pelayanan kesehatan yang transparan dan akuntabel.

Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap individu dan seluruh warga Negara. Hal itu juga jelas terlihat dalam UUD 1945 pada pasal 28h, begitu juga dengan deklarasi Universal Hak Azazi Manusia oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang  di teken tahun 1948 silam.

Untuk mencapai tujuan itu maka pemerintah berkewajiban untuk menyiapkan semua insfrastruktur, fasilitas, sumber daya manusia dan finasial serta regulasinya agar pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Kewajiban itu salah satunya di manifestasikan dalam bentuk jaminan perlindungan sosial yang tampaknya terus berkembang sesuai dengan amanat pada perubahan UUD 1945 pasal 34 ayat 2, yakni Negara mengembangkan system jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan terbitnya UU nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN) menjadi salah bukti bahwa pemerintah memiliki komitmen yang besar mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan SJSN ini adalah juga salah satu bentuk perlindungan sosial agar kebutuhan fundamental tadi dapat dijamin.

Sebenarnya sejak tahun 2005, pemerintah melalui Kemenkes sudah meluncurkan program jaminan kesehatan sosial dengan nama jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat miskin (JPKMM) atau lebih dikenal dengan program Askeskin (2005-2007) dan kemudian sejak tahun 2008 sampai sekarang berubah nama dengan program jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang ditujukan kepada masyarakat miskin atau kurang mampu.

Sementara itu, Jamkesda Siak ini tentunya berujung pada harapan agar setiap warga Siak menjadi warga yang bebas kesehatannya, terlayani jika mengalami gangguan kesehatan serta peningkatan jasmani sehat dan kuat. Jika kesehatan sudah dimiliki, maka tujuan lain dari berbagai aspek dipastikan akan lebih mudah dicapai. Karena Jiwa yang sehat dan kuat, akan mudah menggapai kesejahteraan dan beimbas pada peningkatan mutu ekonomi,pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.
selengkapnya...

Rabu, 19 November 2014

SDIDTK, Ciptakan Generasi Muda Berkualitas

Wahai belahan jiwaku..
Hadirmu bagai mukjizat besar bagiku
Hadirmu tlah mengubah keseharianku
Namun anakku…
Waktu terus berlalu tanpa kita tahu..
Tetapi.. pelukan dan belai kasih bunda kan slalu ada untukmu
Doa kan slalu mengalir tuk dirimu…. Buah hatiku

Anakku, permata hatiku....
Kokohkan tegakmu raih keberanian 
jalani hidup dengan penuh kemandirian
Hadapi tantangan dengan senyuman
Sapa setiap kesulitan dengan keikhlasan
Raih bintang dengan penuh harapan

Anakku, semangat hidupku..
Hidup ini tidak terlalu mudah dijalani
Ada kesulitan yang akan memperkaya hati,
Tapi.. Jadilah pemenang layaknya juara sejati
Dengan rendah hati dan luhur budi
Bertabur kasih bersulam pekerti

YA Rabb...
ku mohon Lindungi anakku dalam teduh karunia-Mu
Bimbing anakku di setiap persimpangan yang membuatnya bimbang
Beri kemuliaan budi agar membuatnya berarti
Teteskan kebesaran jiwa agar membuatnya bermakna
Sentuh hatinya dengan semangat tulus untuk berbagi
Tanamkan keyakinan terhadap kebaikan
Penuhi tekadnya dengan kerja keras dan pantang menyerah
Teguhkan pribadinya agar tidak mudah goyah 

Aamiin
Kasih sayang seorang bunda memang tiada batasnya. Kesuksesan sang anak menjadi harapan besar sejak anaknya lahir. Puisi diatas tampaknya tepat menggambarkan bagaimana seorang ibu punya asa. Senantiasa berdoa demi kesuksesan buah hatinya agar selalu sehat, cerdas, sholeh, berkualitas dan sukses di masa depan.

Ketika kesuksesan anak menjadi harapan Ibu, ternyata bangsa juga memiliki harapan serupa. Generasi Muda Penerus Bangsa, begitulah orang tua meletakkan tanggungjawabnya kepada ‘anak-anak kecil sang ibu’. Bangsa ini membutuhkan generasi penerus yang mampu bersaing dan unggul ditengah persaingan global yang sangat kompetitif.

‘Golden period’ merupakan salah satu cara untuk dapat mencapai semua harapan terhadap anak yang disebutkan di atas. Periode ini adalah periode 5 tahun pertama kehidupan anak untuk meletakkan dasar-dasar kesehatan fisik dan mental, kemampuan penalaran, pengembangan kepribadian dan nila-nilai, kemandirian dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sosial budayanya secara benar agar dewasa menjadi manusia yang berkualitas tinggi.

Sebagai orang tua, ada dua hal yang perlu anda lakukan yakni memenuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang yang optimal, serta melakukan pembinaan yang berkualitas dan komprehensif bagi anak melalui kegiatan yang disebut Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).

Kegiatan SDIDTK meliputi :
  1. Stimulasi dini yang memadai, yaitu kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0 – 6 tahun agar perkembangan gerak, bicara, bahasa, sosialisasi dan kemandirian anak berlangsung secara optimal sesuai umur anak.
  2. Deteksi dini peyimpangan pertumbuhan dan perkembangan, yaitu melakukan skrining atau mendeteksi sejak dini terhadap kemungkinan adanya penyimpangan tumbuh kembang balita
  3. Intervensi dini yaitu melakukan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak untuk memperbaiki bila ada penyimpangan tumbuh kembang dengan tujuan agar tumbuh kembang anak kembali kejalur normal dan penyimpangannya tidak menjadi lebih berat
  4. Rujukan dini yaitu merujuk/membawa anak ke fasilitas kesehatan bila masalah penyimpangan tumbuh kembang tidak dapat diatasi meskipun telah dilakukan intervensi dini.

Sebagai orang tua Anda tidak perlu cemas tentang bagaimana mendapatkan layanan SDIDTK. Pasalnya saat ini sudah banyak petugas yang dapat memberikan pelayanan ini hingga ke tingkat desa. Kader posyandu dan PAUD kini sudah dilatih untuk melakukan SDIDTK bagi anak usia 0-6 tahun.

Jika saat pendeteksian SDIDTK temukan penyimpangan, maka harus segera dilakukan intervensi. Intervensi awal dapat dilakukan selama 2 minggu,  2 minggu kemudian intervensi dapat dievaluasi. Bila ada kemajuan, intervensi dapat diteruskan, namun jika tidak, orang tua disarankan untuk merujuk balitanya ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih lanjut

Waktu yang diperlukan untuk melakukan intervensi adalah saat usia anak masih di bawah lima tahun. Tindakan intervensi dini tersebut berupa stimulasi perkembangan terarah yang dilakukan secara intensif di rumah selama 2 minggu, yang diikuti dengan evaluasi hasil intervensi stimulasi perkembangan.

Pemahaman tentang tindakan intervensi ini memang masih awam bagi kebanyak orang tua. Terkadang waktu menjadi alasan mereka enggan melakukan hal itu. Disini peran puskesmas sangat penting untuk memberikan pemahaman serta pendampingan yang baik terhadap para orang tua. Generasi muda memang bertanggungjawab terhadap kelangsungan bangsa, sementara kelangsungan generasi muda ada ditangan anda, orang tuanya.***
selengkapnya...

Sabtu, 15 November 2014

Sejarah Perang Uhud – Kekalahan Kaum Muslim

Sejarah Perang Uhud merupakan kisah peperangan yang dilalui Rasulullah SAW namun berakhir dengan kekalahan. Pada perang ini, umat Islam yang awalnya mendapatkan kemenangan harus menderita kekalahan karena silau oleh harta yang ditinggalkan lawannya. Mereka tidak mendengarkan nasihat Rasulullah untuk menjaga posisi dan memilih untuk mengambil harta sisa kaum kafir yang kalah. Mendengar itu, kaum kafir lalu menyerang umat Islam yang tengah lengah karena harta, dan kaum muslimin akhirnya menderita kekalahan.

Perang ini terjadi merupakan ajang balas dendam yang dilakukan oleh  kaum Quraisy karena menderita kekalahan atas kaum Muslim saat perang Badar. Kala itu, tentara Quraisy yang berjumlah 1000 orang harus menyerah kalah dengan pasukan Islam yang hanya berjumlah 300 orang. Sejumlah nama besar tewas dalam peperangan tersebut.

Hal ini membuat merek yang tersisa kahirnya murka dan menyusun strategi balas dendam. Tokoh-tokoh Quraisy seperti  Ikrimah bin Abu Jahal, Shafwan bin Umayah, dan Abu Sufyan bin Harb inilah yang menjadi penghasut kaum quraisy.

Langkah yang mereka lakukan adalah dengan menghasut kaum Mekkah untuk tidak mengingat korban tewas dalam perang Badar. Mereka juga meminta kaum Quraisy untuk menunda pembayaran tebusan kepada kaum muslim untuk membebaskan tawanan Quraisy yang masih tersisa di Madinah. Kaum ini juga menggalang dana untuk modal sebagai aksi balas dendam. Ternyata langkah mereka ini berhasil, mereka berhasil mengumpulkan 1000 onta dan 50.000 keping mata uang emas. Mereka sukses menghimpun pasukan tiga kali lipat lebih besar dibanding jumlah pasukan Quraisy pada perang Badar yakni sekitar 3000 pasukan.

Rasulullah SAW yang mendengar kabar tersebut lalu bergegas menuju Madinah mengadakan persiapan militer. Rasulullah SAW dan sahabat memilih untuk untuk menjawab tantangan Quraisy di medan terbuka luar kota Madinah. Rasulullah SAW membagi pasukan Islam menjadi tiga batalyon : Batalyon Muhajirin dibawah komando Mush’ab bin Umair, Batalyon Aus dikomando oleh Usaid bin Hudhair dan Batalyon Khazraj dipimpin oleh Khabbab bin Al Mundzir . Jumlah total pasukan Islam hanya 1000 orang, dengan perlengkapan fasilitas serba minim berupa 100 baju besi dan 50 ekor kuda (dikisahkan dalam sebuah riwayat: tanpa adanya kuda sama sekali) dalam perang ini. Wallahu a’lam

Sesampainya di Uhud kedua pasukan saling mendekat. Peperangan pun terjadi pada para pemangku panji perang. Setelah beberapa orang yang tewas, akhirnya perang pun berkobar. Perang berkecamuk merata di setiap titik bak kobaran api menjalar membakar rerumputan kering, jagoan-jagoan Islam benar-benar menampakkan kehebatan dan kepiawaian mereka dalam putaran perang kali ini, militansi pasukan Islam merupakan buah dari kekuatan iman yang merasuk dan terpatri kuat dalam hati mereka, seakan-akan iman telah memenuhi setiap pembuluh darah mereka, kecilnya jumlah tak menciutkan nyali para pejuang demi tegaknya agama Allah. Barisan musuh semakin kacau-balau. Tak pelak, mereka lari centang-perenang meninggalkan medan laga, dan lalai dengan ambisi buruk yang selama ini mereka impikan.

Kaum muslimin unggul dan menguasai medan laga. Namun disinilah mulainya malapetaka. Pasukan Quraisy yang lari meninggalkan harta benda yang melimpah. Kaum muslimin malah sibuk mengumpulkan harta rampasan perang yang tercecer. Mulailah kecintaan terhadap dunia menghinggapi hati sebagian besar pasukan pemanah. Mereka khawatir akan tidak mendapat bagian rampasan perang. Mereka meninggalkan bukit strategis itu dan lalai terhadap wasiat Rasulullah.

Kini pertahanan inti kaum muslimin dalam kondisi rawan. Kholid bin Al-Walid, salah satu komandan pasukan berkuda Quraisy, tak membiarkan kesempatan emas itu lewat begitu saja. Ia memutar haluan arah pasukan kuda Quraisy dan dengan segala ambisi merebut posisi paling strategis, yaitu bukit para pemanah. Musuh menyergap dan mengepung sisa pasukan pemanah. Para pemanah tak kuasa menghalau serangan mendadak itu. Pertahanan kaum muslimin semakin rapuh. Kondisi berubah seketika.

Saat itu, Rasulullah di kabarkan telah meninggal dan membuat kaum muslimin yang berperang semankin mengendur. Jiwa pasukan Islam lemah tak tahu kemana mereka akan melangkah. Sebagian mereka terduduk tak tahu apa yang ditunggu, bahkan sebagian mereka berpikir untuk menghubungi Abdullah bin Ubay bin Salul –salah satu tokoh munafiqin– guna meminta perlindungan keamanan dari Abu Sufyan (yang ketika itu belum masuk Islam).

Jagoan Quraisy menjadikan Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai target operasi utama. Rasulullah saat itu hanya didampingi sembilan orang shahabat  sedangkan pasukan muslimin yang lain tercerai-berai. Namun, kaum musyrikin lebih dahulu mendengarnya, secepat kilat mencari sumber suara, dan disitulah mereka mendapatkan manusia mulia yang selama ini mereka berambisi besar untuk membunuhnya.
Sebanyak tujuh orang gugur dari sembilan orang shahabat yang melindungi Rasulullah. Adapun dua orang yang tersisa adalah Thalhah bin Ubaidillah dan Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhuma. Saat itu musuh sangat leluasa menyerang Rasulullah.

Utbah bin Abi Waqqash melukai bibir beliau shallalallahu ‘alaihi wa sallam dengan lemparan batu. Abdullah bin Shihab Az-Zuhry menciderai pipi beliau shallalallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Qim’ah menyabetkan pedangnya pada pundak beliau shallalallahu ‘alaihi wa sallam, yang menyebabkan rasa sakit lebih dari sebulan, namun sabetan tersebut tidak berhasil menembus baju besi sang nabi Allah. Abdullah menyabetkan kembali pedangnya tepat di pipi beliau shallalallahu ‘alaihi wa sallam.

Rantai yang pecah itu membuat pedang dengan luluasa menembus pipi Rasulullah hingga gigi seri beliau pecah. Sontak saja wajah Nabi Allah ini berlumuran darah. Dua sahabat yang masih tersisa itulah yang melindungi Rasulullah sampai putus beberapa jari-jemari. Pada pertempuran ini tentara Muslim banyak yang menjadi korban sehingga mayoritas ahli sejarah menyatakan bahwa kaum muslimin mengalami kekalahan dalam pertempuran Uhud.

Masih banyak perang lain yang melibatkan kaum muslimin dengan para laknatullah. Anda bisa membacanya dengan mengunjungi langsung www.tintasejarah.com. Dapatkan informasi tentang sejarah masa lampau baik sejarah kota, sejarah tempat, sejarah perang, dan berbagai kisah lampau yang menarik lainnya. Pastinya semua yang kami sajikan akan menarik anda pada pengalaman masa lalu yang belum anda ketahui selama ini.
selengkapnya...

Menyongsong BPJS 2014, Dokter Siap Sebagai Gate Keeper

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan diterapkan mulai tanggal 1 Januari 2014. BPJS merupakan lembaga yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011. BPJS akan mulai beroperasi setelah disahkannya UU tersebut pada 25 November 2011.

Keputusan ini menetapkan  PT Askes (Persero) bertransformasi menjadi BPJS Kesehatan dan dinyatakan bubar tanpa likuidasi pada saat BPJS mulai beroperasi pada 1 Januari 2014 mendatang. Seiring dengan beroperasinya BPJS Kesehatan maka PT (Persero) Jamsostek juga dibubarkan tanpa likuidasi serta ditranformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan mulai beroperasi selambat-lambatnya tanggal 1 Juli 2015.  Keputusan ini sesuai dengan undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), yang mengamanatkan bahwa program jaminan kesehatan merupakan program prioritas yang harus dilaksanakan.

Transformasi dari PT (Persero) menjadi badan hukum publik tentulah memiliki alasan yang sangat mendasar, karena menyangkut perubahan sifat dari pro laba melayani pemegang saham menuju nir laba melayani kepentingan publik yang lebih luas untuk melaksanakan misi yang ditetapkan dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan pelaksanaannya. Dengan kata lain BPJS pada dasarnya menyelenggarakan program yang merupakan program Negara yang bertujuan memberikan kepastian perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pasal 5 ayat (2) UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menyatakan bahwa jaminan sosial termasuk salah satu pelayanan yang termasuk dalam pelayanan publik. Sehubungan dengan itu, dalam penyelenggaraannya berpedoman pada asas-asas kepentingan umum, kepastian hukum, kesamaan hak, keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan perlakuan/tidak diskriminatif, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, dan kecepatan, kemudahan, serta keterjangkauan.

Selain itu secara khusus BPJS menyelenggarakan SJSN, menurut Pasal 2 UU BPJS berdasarkan asas kemanusiaan yang terkait dengan penghargaan terhadap martabat manusia. Manfaat yaitu asas yang bersifat operasional yang menggambarkan pengelolaan yang efisien dan efektif, sedangkan asas yang bersifat idiil yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sebagai badan hukum publik pembentukan BPJS berdasarkan UU BPJS. Fungsi, tugas, wewenang, hak dan kewajibannya juga diatur dalam UU BPJS. UU BPJS menentukan bahwa BPJS bertanggung jawab kepada Presiden. Hal ini berbeda dengan sebelumnya dimana Direksi PT (Persero) yang bertanggung jawab kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Selanjutnya, jika BPJS sudah beroperasi, maka program-program jaminan kesehatan sosial yang telah diselenggarakan oleh pemerintah dialihkan kepada BPJS Kesehatan. Kementerian Kesehatan  (Kemkes) tidak lagi menyelenggarakan program Jamkesmas. Kementerian Pertahanan, TNI dan POLRI tidak lagi menyelenggarakan program pelayanan kesehatan kecuali untuk pelayanan kesehatan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasionalnya. Sementara PT Jamsostek yang bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi menyelenggarakan program jaminan pemeliharaan kesehatan pekerjaan melainkan menyelenggarakan prorgam jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian bagi peserta sesuai dengan ketentuan UU SJSN untuk seluruh pekerja kecuali Pegawai Negeri Sipil, Anggota TNI dan POLRI.

Siapkan Dokter sebagai gate keeper, Riau siap songsong BPJS 2014

Perubahan nama pada dua PT (Persero) ini melibatkan seluruh pelayanan kesehatan, termasuk dokter praktik umum dan dokter keluarga. Keduanya harus terus menerus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dalam bidang pelayanan ditingkat pertama yang saat ini menjadi primadona.

Dalam implementasinya, sistem kesehatan nasional akan menganut prinsip “ managed care”, yakni pelayanan kesehatan primer yang saat ini dilakukan di Puskesmas. Untuk itu kualitas pelayanan kesehatan primer ini harus dijaga, mengingat efek dari implementasi jaminan kesehatan nasional kedepan, akan mengakibatkan naiknya permintaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena kepastian jaminan sudah ditetapkan.

Oleh karena itu, dokter praktek umum dan dokter keluarga akan menjadi gate keeper atau gerbang utama pasien dalam mengakses pelayanan kesehatan. Dalam hal ini mereka akan menjadi kontak pertama pasien saat sakit. Ini bertujuan agar mengurangi angka rujukan kerumah sakit, dengan harapan pasien akan mendapatkan pengobatan yang efektif dan efisien. Tidak harus selalu ditangani oleh dokter spesialis. Peran dokter sebagai gate keeper ini juga mampu menjadi sahabat bagi pasien. Tempat berkonsultasi tentang kesehatan, semacam asisten kesehatan pribadi. Menangani semua keluhan pasien, mendiagnosis semua penyakit jasmani dan kejiwaan, memberikan pelayanan secara personal sebagai bagian dari keluarganya. Selain itu, dokter keluarga merupakan ujung tombak yang diharapkan berperan terdepan meningkatkan kesehatan masyarakat. Bila semua warga sehat maka upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan akan lebih mudah

Upaya pelayanan dokter keluarga berpusat pada pasien, berfokus pada keluarga, dan berorientasi pada komunitas dan dapat dilaksanakan secara mandiri oleh dokter keluarga atau dokter gigi keluarga, atau dilaksanakan secara tim pelayanan dokter keluarga tetapi secara bertahap akan menjadi pelayanan dalam bentuk tim. Pelayanan dokter keluarga bersumber dari sistem jaminan kesehatan dengan dasar prabayar, Pelayanan dokter keluarga akan memperoleh dana melalui sistem kapitasi yakni sebuah metode pembayaran dimana penyedia layanan dibayar jumlah tetap per pasien tanpa memperhatikan jumlah atau sifat layanan.

Pelayanan dokter keluarga telah banyak dilaksanakan di daerah-daerah dengan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi kedokteran keluarga, namun demikian bentuk pelayanan atau pendekatan pelayanannya berbeda-beda, serta kompetensi pelayanan dokter keluarga yang diperoleh melalui pelatihan yang berbeda pula. Selain itu, perlu disinergikan pelayanan dokter keluarga dengan pelayanan kesehatan dasar lainnya agar menjadi satu bentuk pelayanan yang dapat diterapkan secara nasional.

Hadirnya dokter praktek umum dan dokter keluarga di era BPJS, tentu saja secara otomatis akan meningkatkan kualitas dokter itu sendiri. Optimalisasi pelayanan kesehatan di tingkat pertama akan mempertaruhkan kompetensi dokter, dimana dokter dituntut keahliannya selain dari segi kuratif (pengobatan, penyembuhan, pengurangan penyakit), tentu saja dokter juga mampu menjawab tantangan bagaimana mendidik peserta dengan upaya promotif (promosi kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit).

Program BPJS ini merupakan sebuah program terobosan guna meningkatkan kualitas kesehatan yang lebih baik terhadap masyarakat, maka sebagai langkah awal Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov) Riau telah melakukan konsolidasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemkes) dan Kemkes juga telah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada bagian terkait. Sementara untuk persiapan program dokter keluarga ini, Dinkesprov Riau juga perlu mempersiapkan mekanisme pelaksanaannya dengan jelas, melakukan sosialisasi kepada pemberi jasa (dokter) dan penerima jasa (masyarakat), dan mempersiapkan pola monitoring dan evaluasi program dengan tepat. Dengan demikian, kedepannya, Dinkesprov Riau akan memberikan pelatihan dokter keluarga demi tercapainya pelayanan dan kesehatan masyarakat yang lebih baik demi menyongsong BPJS 2014 .***
selengkapnya...

Kamis, 13 November 2014

Rusli Zainal, Bapak Pembangunan Riau

Rusli Zainal...ketika menyebutkan nama ini, tentu terbayang wajah ramah, tegas, dan dipastikan kita akan membayangkan tentang wajah Riau. Wajah Riau yang sudah terhias oleh banyak jembatan, gedung-gedung tinggi yang megah, infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan umum dan banyak pembangunan lain yang Ia lakukan dalam dua periode kepemimpinannya. Maka tak heran, jika Gubernur Riau ini mendapat gelar sebagai Bapak Pembangunan Riau.

Jasa Rusli membangun negeri Lancang Kuning tidak bisa dipandang sebelah mata. Ditangannya,  Provinsi Riau yang tadinya tidak diperhitungkan, kini bertransformasi dan menjadi primadona untuk tingkat regional, nasional bahkan internasional. Jika pada akhir masa pengabdiannya ternoda,  apakah kita boleh menghina tanpa mengingat sumbangsih besarnya pada provinsi ini?

‘The New Rising Star’, begitulah julukan yang cocok kala Rusli mulai menapaki kancah perpolitikan di Riau. Baru dua tahun menjabat sebagai anggota DPRD Riau, Ia langsung dipercaya untuk memimpin Kabupaten Indragiri Hilir periode 1999-2003.

Selama kepemimpinannya, Rusli berhasil menaikkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang tadinya hanya 69 Miliar, menigkat 500 persen menjadi 397 Miliar Rupiah. Pada akhir masa kepemimpinannya sebagai Bupati Inhu, Rusli mempersembahkan jembatan megah bernama Jembatan Rumbai Jaya yang menghubungkan Indragiri Hilir dan Inhu. Jembatan tersebut sudah tentu membuat kelancaran transportasi yang berimbas pada peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia kemudian terpilih menjadi Gubernur Riau periode pertama pada 2003-2008. Selama kepemimpinannya tersebut Rusli sangat menyadari bahwa ‘Riau ibarat gadis berparas ayu namun kurang bersolek’. Bagaimana tidak, Riau dianugrahi kekayaan alam yang berlimpah. Tidak hanya Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan, tetapi juga SDA tidak terbarukan. Posisinya pun sangat strategis sehingga mendukung kegiatan perdaganagan.

Meski dengan kelebihan Riau ini, ternyata  belum membuat para investor terpana dengan kekayaan Riau yang belum dikemas dengan baik, terutama di bidang pemerintahan, infrastruktur, dan ketersediaan energi.

Rusli kemudian membuat terobosan percepatan pembangunan melalui program Pengentasan Kebodohan, Kemiskinan, dan Pembangunan Infrastruktur (K2I). Ia lalu mengumpulkan semua pimpinan daerah tingkat II untuk meredam konflik ego sektoral sehingga dapat membangun bersama.

Program K2I berdampak besar. Pria kelahiran 3 Desember 1957 tersebut terus menggesa K2I. Pembangunan jalan menjadi sangat penting untuk percepatan pembangunan jangka panjang. Dimasanya jalan beraspal yang tadinya sepanjang 889,86 KM menjadi 1.008,28 KM, jalan  berkerikil yang tadinya sepanjang 799,08 KM maka di tahun 2007 menjadi 1.198,86 KM. Sementara itu total pertambahan jalan provinsi yang semula hanya sepanjang 2.162,08 KM menjadi 3.033,3 KM.

Geografis Riau yang banyak dilalui sungai juga menjadi pehatian Rusli untuk membangun jembatan. Seperti Jembatan Perawang, Jembatan Siak 3 serta Jembatan Siak 4 yang saat ini sedang digesa pembangunannya. Tentunya pembangunan jembatan ini akan meminimalisir daerah-daerah terisolir yang ada di Riau.

Ketika infrastruktur dibenahi, Riau mulai diminati
Ketika efek pembenahan infrastruktur sudah  mulai terasa, Suami dari Septina ini kemudian memunculkan inovasi-inovasi lain untuk lebih memperkenalkan Bumi Minyak ini. Ditingkat nasional, Riau mulai dipercaya menyelenggarakan event-event besar. 

Festival Film Indonesia (FFI) merupakan salah satu event besar yang pernah diselenggarakan Riau untuk bidang seni. Sedangkan untuk bidang olahraga, pada 2012 lalu, Riau dipercaya meyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional yang merupakan event olahraga terbesar di Indonesia.

Pembenahan infrastruktur serta kepercayaan pihak pusat terhadap Riau mampu menarik investor
untuk berinvestasi di Riau. Tercatat nilai kumulatif Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDM) yang berhasil dihimpun Provinsi Riau bernilai 19,31 Trilyun Rupiah.

Laju pertumbuhan ekonomian Provinsi Riau bahkan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam kurun waktu hingga tahun 2007 laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau adalah 8,4 % jauh di atas rata rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 6 %. Hebatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tidak lagi semata mata bertumpu pada sektor sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti minyak dan gas (migas), melainkan pada sektor sumber daya alam yang terbarukan seperti perkebunan.
 
Rusli tidak hanya melakukan pembangunan fisik saja, melainkan juga membangun mental masyarakatnya dengan Ilmu pengetahuan. Pada bidang pendidikan, Ia menginginkan agar pendidikan mendapatkan porsi 20 % dari APBD. Dana itu pun ia gunakan untuk membangun 11 unit SMK baru dan laboratoriumnya yang berbasis pada potensi suatu daerah. Selain membangun sekolah baru, Rusli Zainal juga meningkatkan sertifikasi guru dari jenjang D1 menjadi S1. Imbasnya Riau meraih peringkat ke dua nasional untuk rata rata nilai Ujian Nasional (UN).

 Dunia kesehatan pun tak luput dari pembagunan yang digagas Rusli Zainal. Jika pada tahun 2004 terdapat 33 unit Rumah sakit, 155 unit Puskesmas, 692 unit Puskesmas pembantu, maka di tahun 2011 jumlahnya menjadi 54 unit Rumah Sakit, 201 unit Puskesmas, dan 836 unit Puskesmas pembantu. Pada tahun 2011 jumlah paramedis (dokter) di Provinsi Riau sebanyak 1602 orang yang terdiri dari 167 dokter spesialis, 932 dokter umum, dan 503 dokter gigi.

Dengan semakin meningkatnya Rumah sakit dan Puskesmas ternyata berdampak positif pada kesehatan masyarakat. Jumlah kematian ibu menurun,  jumlah kematian Parinatal dapat di tekan hingga berada di bawah 1300.


Kondisi makro perkembangan gizi masyarakat Riau pun menunjukkan hasil yang menggembirakan yakni berada di angka 83, 6 %, serta menurunnya penderita gizi buruk hingga 3,3 %. Peningkatan di berbagai sektor ini membuat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Riau berada di peringakat 3 Nasional setelah DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Berbakti pun tetap diuji
Namun seperti sebuah kata pepatah ‘ tak ada gading yang tak retak,’ Dibalik gemilangnya angka angka statistik dan gedung gedung megah di Provinsi Riau masih terdapat kekurangan di sana sini.

Misalnya, perkebunan luas yang dimiliki Provinsi Raiu. Pada satu sisi perkebunan dapat meningkatkan kesejahteraan, akan tetapi dampak kerusakan alam banyak ditimbulkan dari kegiatan membuka lahan. Perambahan hutan kini dalam taraf yang sangat menakutkkan. Cara yang paling murah dilakukan yakni dengan dibakar.

Efeknya, terang saja negeri tetangga selalu mengeluhkan asap kirimina dari Riau tiap kali kebakaran terjadi. Ketika begitu, nama baik bangsa pun menjadi taruhannya. Presiden Susilo Yudhoyono bahkan turun tangan langsung mengatasi asap karena menganggap pemerintah daerah tidak siap.

Memang, untuk urusan yang satu ini SBY pantas marah, bagaimana tidak, kejadian yang rutin setiap tahun tidak bisa diantisipasi terus menerus. Pemerintah daerah seolah tidak belajar dari pengalaman yang berdampak buruk terhadap nama baik negara.

Krisis listrik yang terjadi juga menjadi tantangan bagi Riau dibawah kepemiminan Rusli. Betapa tidak, Perusahaan Listrik Negara (PLN) seperti dosis minum obat saat melakukan pemadaman listrik, tiga kali sehari. Bukan hanya masyarakat, Investor juga dibuat geram dengan ulah PLN yang selalu mempunyai alasan yang sama setiap tahun, bahwa pemadaman dilakukan karena terjadi kemarau panjang sehingga PLTA Koto Panjang kekurangan air. Jika ada perusahaan pembanding, PLN mungkin sudah lama ditinggalkan pelanggannya karena minim inovasi.

Selain itu, semangat membangun yang dilakukan Rusli tidak diikuti dengan semangat untuk memelihara. Lihat saja, gedung-gedung megah seperti gelanggang olah raga sepi tak bertuan, venue-venue PON yang dibangun bermiliaran rupiah hanya berteman dengan lumut dan rumput-rumput yang meninggi. Pustaka Soeman HS yang menjadi perpustakaan terbesar di Sumatera juga minim koleksi buku-bukunya.

Cakupan pembangunan seharusnya juga diperluas hingga pelosok. Pasalnya selama ini daerah pinggiran seakan tak terjamah dengan tangan dingin Rusli. Misalnya daerah-daerah yang hingga kini gelap gulita belum teraliri listrik. Kasus ini juga pasti masih banyak dialami oleh provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Bidang birokrasi juga menjadi sorotan dan tantangan tersendiri. Seperti permasalahan birokrasi ditempat lain, di Riau juga memiliki masalah serupa yakni inefisiensi birokrat. Tidak tanggap terhadap inovasi teknologi, kemampuan Pegawai Negri Sipil yang masih rendah dan kurang inovasi, serta sistem feodal yang masih melekat kuat di pemerintahan merupakan hal-hal yang harus dibenahi. Jabatan kemudian menjadi sebuah prestise dan kebanggaan, bukan menjadi sebuah tanggungjawab pengabdian dan medan pelayanan bagi masyarakat.

Riau memang bertransformasi kala kepemimpinan Rusli, dan tantangan kedepan menuntut Rusli-Rusli muda untuk melakukan hal lebih terhadap semangat membangun serta semangat untuk merawat. Semangat pembangunan bukan tanggungjawab Rusli semata.  Hal-hal yang menjadi kekurangan Riau tentunya menjadi pe-er bagi kepemimpinan mendatang.

Semua lapisan masyarakat terutama pemimpin-pemimpin yang saat ini menjabat mempunyai tanggung jawab besar untuk membangun Riau. Tentunya pembangunan dengan semangat kejujuran dan untuk kepentingan masyarakat. Lalu Mampukah kita yang ada saat ini melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Rusli untuk Riau? Jika belum, masih pantaskah kita menyalahkannya tanpa mengingat pengabdiannya?
selengkapnya...

Copyright © 2013 Blog Bonita | www.bookie7.co